2 Nov 2009

Dua LNB Satu Parabola

Indonesia adalah salah satu pelopor Persatelitan di kawasan Asia Tenggara, bahkan di kawasan Asia. Sebelum Thailand, Malaysia dan negara - negara lain di kawasan Asia Tenggara memiliki satelit, negara kita sudah lebih dahulu memiliki satelit Palapa. Maklum negara kita adalah negara kepulauan. Peran Satelit sangat diperlukan untuk mendukung komunikasi di negara ini.

Saat ini ada dua satelit yang secara FTA (Free To Air) bisa dinikmati masyarakat Indonesia untuk menyaksikan siaran TV Nasional dan beberapa TV daerah. Kedua satelit tersebut adalah Palapa C2 dan Telkom 1. Kita patut merasa bangga dengan keberadaan satelit - satelit tersebut. 

Namun sayang, kebanggaan tersebut menyisakan sedikit kekesalan bagi pengguna Parabola di Indonesia. Karena semua siaran TV tidak disatukan pada satu satelit. Sebagian besar dipancarkan melalui Palapa C2 dan sebagian lainya melalu Telkom 1.

Bagi pengguna Parabola yang menggunakan Disk Positioner mungkin masalah sedikit teratasi, apalagi Positioner diinstall seri dengan LNB  (Low Noise Band) dan Receiver. Tinggal ganti satelit, parabola langsung mencari arah sendiri.

Bagi yang tidak melengkapi Parabolanya dengan actuator + positioner, mau tidak mau harus memilih salah satu satelit. Atau panjat atap, bawa kunci pas, dan putar manual parabola sambil teriak - teriak sama orang di depan TV " sudah pas belum??". Ha ha ha...
Untuk mengatasi masalah tersebut, pasti sudah tidak awam lagi... dengan menambahkan satu LNB lagi pada parabola. Bisa juga digenapkan jadi 4 LNB pada satu pringan parabola. 
Bagi yang berkeinginan menambah LNB tanpa memanggil tukang parabola, berikut ini cara - caranya.


Alat - alat/perlengkapan.

1. LNB C band -> baru/second, merk apa saja terserah.
2. Diseq Swicth 4 - 1 -> satu kabel ke receiver dan empat kabel ke LNB. Kenapa saya sarankan memilih switcth yang 4 - 1? siapa tahu suatu saat anda akan menambah lagi LNB yang lain. Jadi masih ada sisa port yg tersedia. Harganya juga tidak jauh beda dengan Diseq swicth 2 - 1.
3. Tatakan LNB (LNB mounting) untuk 4 LNB. alsannya sama dengan no 2.
4. Empat buah soket antenna (standart LNB) 
4. Obeng, tang, isolasi multi tester dan lain - lain.

Langkah - langkah

1. Ganti tatakan LNB dengan yang baru.
2. Setelah kedua LNB dipasang, pasang kembali kabel LNB yang lama. Berarti LNB yang baru belum ada kabelnya.
3. Potong kabel dari LNB lama secukupnya sampai batas Diseq Swicth akan diinstall. Sebaiknya diseq Swicth ditempel di tiang parabola agar terlindung dari panas dan hujan.
4. Masing - masing ujung potongan kabel dipasangi soket antenna.
5. Kabel dari LNB masuk ke Port 1 pada diseq swicth. Kabel yang menuju receiver masukkan ke output port diseq swicth. ->> biasanya ada informasi pada masing - masing port ( to receiver, to LNB 1, to LNB 2, dst), sesuaikan saja.
6. Siapkan kabel sepanjang potongan yang pertama (tambah sedikit untuk spare).
7. Pasang soket pada masing - masing ujungnya.
8. Masing - masing sambungkan ke LNB yang baru dipasang dan ke port 2 pada diseq swicth.
9. Jarak (sumbu) masing - masing LNB adalah 7,22 Cm. (untuk parabola 1.8 meter) untuk ukuran lainnya silahkan pakai rumus ini.
Secara teknis, penambahan LNB baru sudah selesai. Tinggal mengeset receiver agar bekerja sesuai dengan penambahan LNB tadi. Karena perbedaan menu masing - masing receiver, saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Secara garis besar anda tinggal menyesuaikan saja LNB yang dipakai untuk masing - masing satelit.

1. Pada Satelit Palapa, masuk ke menu edit satelit - pilih port 1    ->  LNB lama.
2. Pada satelit Telkom, masuk ke menu edit satelit - pilih port 2    -> LNB baru.

Arahkan parabola ke satelit Palapa, kunci jika sudah tepat posisinya. Siaran oke? Ganti satelit ke Telkom, seharusnya langsung muncul siaran tanpa perlu mengganti arah parabola. Gampang kan?
Silahkan isi kolom komentar jika ada yang kurang jelas...
Terima kasih telah berkunjung.
Info:
Daftar Satellite dan Channel bisa di lihat disini
Update harga Receiver dan lainnya bisa dicek disini
Terkait...



On Facebook



23 komentar:

Anonim mengatakan...

klw masang 4 lnb gimana tu boss??

Admin mengatakan...

Halo Anonim...

Untuk menggabungkan 4 LNB pada satu parabola, silahkan ulangi step 6, 7 dan 8 untuk LNB ke 3 dan ke 4.

Demikian juga dengan setting receiver. Port 3 untuk LNB 3 dan port 4 untuk LNB 4.

Anonim mengatakan...

siaran parabola ilang smua...dah saya cri chanel..bnayak dapat tp posisiinya harus putar positioner...klo nambah LNB gmn...sya di batu ajin kang..sampeyan neng endi...

Admin / baca ttg Yamal 202 di sini >> mengatakan...

Neng Piayu...
Ngga jelas nih maksud sampeyan apa?

primamoklet mengatakan...

alow mas mufid, lam knal q prima dari mlg
q sekiranya mw tanya apakah mas mufid udah pernah coba untuk 4 LNB dan saya mw tanya berapa besar signalyang diterima setiap LNB? saya mw cm compare dari beberapa data yang sudah saya dapat. saya mw buat TA tentang 4LNb dalam 1 parabola, trims... n mas bisa email d : druva_csco@yahoo.com
ifo mas sangat saya harapkan ... ^^,

Admin/Mufid mengatakan...

Halo Mas Prima... salam kenal juga.

Saat ini Parabola saya hanya menggunakan 2 LNB, sebelumnya pernah juga pasang Diseq switch 4x, tapi salah satu portnya "intermitten", kadang on kadang mati, sudah lama saya musiumkan...maklum beli second :(. Saat itu saya menggunakan tiga jenis LNB yang berbeda, 2 Cband biasa (untuk menangkap Telkom dan Palapa), 1 Cband sekat (Yamal), dan 1 KUband... saya tetap menggunakan penggerak parabola untuk pindah satelit. Keuntungannya, setiap perpindahan langsung dapat dua satelit sekaligus (pada 2 LNB Cband)

Pengalaman saya (beberapa kali pasang punya orang), asal keempat LNB terpasang pada posisi yang paling optimum, semua chennel bisa diterima antara 30% - 70%... sebagian tentu saja ada yang hilang. Perlu diketahui, 4 LNB pada satu Parabola memerlukan penyetelan yang extra hati - hati karena tidak semua LNB terarah 100% ke satelit.

Jika salah LNB (entah itu LNB 1, 2 , 3 atau 4) mengarah lurus 100% ke satelit, kualitasnya sama dengan parabola dengan single LNB. Mungkin saja ada penurunan kualitas, tapi saya tidak melihatnya...

Diseq switch tidak ubahnya sebuah sakelar...memindahkan aliran listrik dari Receiver ke LNB yang akan difungsikan. Asal menggunakan Diseq switch yang berkualitas baik, saya rasa tidak ada masalah dengan kualitas sinyal yang diterima.

Firman mengatakan...

Slm kenal mas, saya firman
Saya menggunakan 2 LNB tp sudah 2 hari ni beberapa saluran tv y ada d satelit palapa hilang khususy y berada pada polarisasi horisontal (yaitu: rcti,sctv,globaltv,tvone,metro,dll) yg tersisa pada satelit palapa hanya tpi dan indosiar sedangkn saluran tv y ada pada satelit telkom tidak ada mslh
Mohon bantuany mas

Mufid mengatakan...

Mas Firman,

Sebelumnya terima kasih telah mengunjugi blog ini. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya hal tersebut,

1. Masalah bisa terjadi pada Dseq (switch), coba tukar posisi kable dari port 1 ke port 2 dan sebaliknya. Jika masalahnya pindah ke satelit Telkom, berarti diseq tsb semestinya diganti dengan yang baru.

2. Jika satelit Palapa masih bermasalah setalah menjalankan point 1, bisa jadi penyebabnya adalah LNB. Coba tukar dengan LNB satunya. jika masalah berpindah ke satelit Telkom, solusinya sama dengan point 1… tukar LNB dengan yang baru.

3. Arah parabola tidak tegak lurus dengan satelit. Coba atur kembali arahnya…

Semoga membantu… atau hubungi saya kembali jika masalah belum teratasi.

Anonim mengatakan...

Salam dr Pemalang selatan

Sering kali LNB horisontal mati:
Tukar posisi LNB saja, Utk Telkom pakai LNB yg vertikal- nya hidup dirubah arah menjadi horisontal, sdh deh tinggal disett dr rcver H diganti V.
Biar tdk ganti LNB baru, lumayan duitnya buat yg lainlagi.

Dikk"

Anonim mengatakan...

halo mas admin...
Saya Retz dari palangka. Saya mau tanya:
1. apakah ada tatakan LNB untuk 3 buah LNB? Rencananya saya mau pasang LNB 1 untuk palapa, LNB 2 untuk telkom, LNB 3 untuk LNB sekat khusus yamal202.
2. Apakah dgn pemasangan LNB sekat tersebut tdk mengganggu daya tangkap kedua LNB di sebelahnya?
3. Apakah satelit Yamal 202 bisa saya tangkap dg pemasangan 3 LNB seperti penjelasan di atas? Untuk diketahui, saya tinggal di kota palangka raya, Kalteng. Mohon petunjuknya, trims.

Mufid mengatakan...

1. Setahu saya tatakan yang ada adalah untuk 1, 2 dan 4 LNB. Pakai aja yang 4 LNB, kan bisa buat spare. Diseq switchnya juga harus pasang yang 4 port. Tanggung kali sih pasang tiga LNB... kenapa tidak tambahin satu LNB KU band?

2. Telkom, Palapa dan Yamal 202 tidak bs ditangkap sekaligus karena Yamal posisinya di sebelah barat habis... Jika Dua LNB-nya terarah ke Telkom dan Palapa, tentu kualitas sinyalnya tidak sebaik menggunakan single LNB. Keduanya harus berbagi arah yang paling optimum.

3. Lihat jawaban nomor 1 bag terakhir. Saya pernah pasang empat LNB, salah satunya adalah LNB sekat. Saya tetap menggunakan motor penggerak, jadi sekali gerak dua satelit langsung tertangkap oleh dua LNB standartnya.

Banyak teman2 di Kalimantan yang berhasil mendapatkan satelit Yamal... semoga berhasil

ketut mengatakan...

Hallo Mass Mufid,

Saya ketut dari Bali.
langsung aja, waktu ini saya pasang 2 LNB baru di parabola saya, sehingga sekarang menjadi 4 LNB.
Cuman saya tidak tau, jenis LNB nya, karena saya minta tolong teknisi untuk memasangnya. dan saya menggunakan receiver digital merk cina gitu deh..

yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengetahui jenis LNB yang digunakan itu apakah jenis C, KU atau yang lainnya.

Kalau di pasang motor penggerak apa keuntungannya dengan menggunakan 4 LNB ini.

Apakah ada alat untuk bisa membuka siaran yang di scramble.

Mohon pencerahannya, terima kasih sebelumnya.


best regards
Ketut

Mufid mengatakan...

Bli Ketut,

Waktu saya pulang ke Jawa bbrp waktu yg lalu, saya banyak melihat banyak sekali parabola dg 4 LNB C band, tanpa motor penggerak. Tujuannya : menangkap sekaligus Chinasat 6B, Palapa D, Telkom 1 dan Asiasat 3S.

Sementara, satelit yang bisa diterima di Indonesia lebih dari 16 satelit. Dengan menambahkan motor penggerak, untuk menjangkau semua satelit hanya diperlukan 5 - 6 perpindahan parabola. (sekali kayuh 4 satelit terlampaui... he he he). Tapi sayang kalau hanya memasang LNB C band, karena ada satelit2 yang masih tidak bisa terakses, yaitu KU band dan Linier (sekat).

Alat untuk membuka acak salah satunya adalah kartu berlangganan (Telkomvision/skyvision) he he, ini mah bukan jawaban... Tidak ada bli... Jika Bli memakai "Satellite TV Tuner" (yg dipasang di PC) baru bisa pasang patch atau decoder untuk membuka acak stelit2 tertentu. Lain halnya jika Receiver yang digunakan sudah terpasang chip khusus untuk membuka acak (merk Matrix Soccer, dll..sorry tdk update)

Terdapat tulisan yang jelas pada LNB untuk mengetahui jenis C atau Ku band, fyi.

Mudah2an bermanfaat..

ketut mengatakan...

OK Mas,

informasinya sudah bisa saya tangkap.
terima kasihbanyak atas informasinya.

Satu lagi mas, pergerakan parabola yang dimaksud disini hanya pergerakan arah timur-barat saja kan tidak perlu arah utara selatannya yang dirubah..?

maklum lagi searching untuk bisa nonton World Cup....

regards
ketut

Mufid mengatakan...

Sama - sama bli...

Tentu saja pergerakan parabalonya ke timur dan ke barat, kayanya tidak ada tuh parabola rumahan yang pergerakannya ke selatan dan utara. Satelit2 yang kita akses adalah jenis satelit geosentris... atau satelit yang hanya berada diatas garis khatulistiwa.

Sedikit info : lain halnya dengan parabola yang terpasang di Kapal. Pergerakanya bisa ke semua arah, ... legih canggih tuh!

Anonim mengatakan...

to admin..
rendi padang
receiver ku kok ga bisa pake 2 LNB??
cos dengan receiver lain bisa ex: goldsat
untuk di ketahui Receiver ku mereknya skysat
apa receiverku yang Murahan???

Ruslan Effendi Dawas mengatakan...

Masufit: saya mau bertanya kalau pake 4 lnb itu berapa satelit yang terdeteksi oleh parabola biasa..kalau yang saya sekarang hanya dapat 4 satelit yaitu 1. palapa 2. telkom 3.asiasat 2 4.asia 3s...yang mau saya tanyakan apa ada lagi sateli yang bisa saya dapat dari 4 satelit ini..seperti measat

Mufid mengatakan...

@ Rendi ... saya juga pakai receiver murahan, tp tidak masalah dengan memakai be2rp LNB.

@ Ruslan ... Tentu saja receiver anda bisa menangkap semua satelit yang ada, tapi harus menggunakan motor penggerak. Misal ada 18 satelit di daerah anda, maka settingan positioner (mesin pengontrol motor) adalah sbb,

- Memory no 1 : menangkap satelit 1, 2, 3, dan 4.
- Memory no 2 : menangkap satelit 5, 6, 7, dan 8.
- Memory no 3 : menangkap satelit 9, 10, 11, dan 12.
- Memory no 4 : menangkap satelit 13, 14, 16 dan 18.

Itu teorinya... kenyataannya, kedudukan semua satelit tidak sejajar dengan 4 LNB di parabola. Bisa jadi satu perpindahan hanya bisa menangkap 2 atau 3 satelit.

Anonim mengatakan...

to admin. .
Kalo pake 2 LNB dpat brpa channel ?

Admin mengatakan...

@ Anonim

Pakai 2LNB = dapat 2 satellite sekaligus. Jumlah channelnya tergantung berapa channel pd 2 satellite tsb.

artantafc mengatakan...

Salam dr jimbaran bali,
sy lg mulai coba2 satelit n rencana pingin sbb:
1. Rcvr fta
2. Rcvr skynindo utk menangkap kualitas hd
3. Rcvr dvb card utk internet grabbing, dll
pertanyaan:
1. Sebaiknya 1 lnb 3-4 ouput ato 3 lnb? Fyi, sy pake motor penggerak
2. Krn skynindo hrs ke palapa, misal pake 3 lnb apa yg 2 lnb bs dpt satelit?
sbrp max sinyalnya mengingat 1 lnb hrs mengarah ke palapa utk sky tadi?
3. Klo pake 3 lnb c, k & ? band, apa rcvrnya jg lain2 utk masing2 band itu?
Ditunggu pencerahanya. Tks, hans.

Admin mengatakan...

@artantafc

Maaf baru sempat reply ...

1. Sebaiknya pakai LNB combo, 3-4 output. Semua receiver mendapatkan akses yang sama pada setiap posisi/arah parabola.

2. Jika menggunakan 3 LNB dan salah satu mengarah ke Palapa, maka 2 LNB lainnya bisa mendapatkan sinyal dari Telkom dan AsiaSat5 (spt settingan LNB sy sekarang). Bisa juga mendapatkan ChinaSat 6B, Palapa, dan Telkom

Sinyal terbesar adalah satelit Telkom (jika settingannya mengikuti sy punya), karena LNB yang mengarah ke Telkom terletak di fokus ... Palapa dan AsiaSat sinyalnya akan berkurang 70% - 80% karena LNB-nya terletak di offset.

3. Sebaiknya menggunakan multiswitch 4x4. LNB yang digunakan = 1 LNB combo single band (C), 1 LNB S/Ka-band atau jenis lainnya, dan satu LNB KU band.

Receiver sekarang hampir semuanya support semua jenis LNB.

tersarah ja mengatakan...

Mau Tanya neh mas bro....adakah yang tahu teknisi parabola di palangkaraya......yang bisa tracking satelit yamal dll hub saya +6289672691911