25 Jun 2010

Satellite Yamal 202













Yamal 202 adalah satelit milik Rusia (49degE ) dan hanya dipancarkan untuk wilayah eropa dan sebagian Asia, tidak termasuk Indonesi. Namun Indonesia bagian barat/utara masih kebagian bias sinyal/beam-nya saja. Bentuk sinyal yang dipancarkannya juga berbeda dengan satelite pada umumnya  yang menggunakan bentuk atau arah sinyal vertical dan horizontal. Arah datang sinyal satelit ini adalah linier atau miring 45º dari sudut vertical dan Horizontal. Pada intinya satelit Yamal 202 tidak diperuntukkan buat ditonton di Indonesia.

Namun demikian satelit Yamal 202 bisa saya terima dengan baik menggunakan trik sekat pada LNBF/membelokkan arah datangnya sinyal menggunakan material tertentu. (silahkan cek di gugel, banyak juga rekan – rekan di Forsat yang berhasil menggunakan cara ini). 
















Persyaratan


  1. Dish/antenna solid diameter 6 feed/180 cm, untuk yang grid minimal 9 feed.
  2. LNBF C-band standart. 2 buah… harga masing – masing LNBF 90 – 100 ribu. Bisa lebih murah di daerah tertentu.
  3. Dish actuator + positioner (merk sembarang)
  4. Standart satellite receiver
  5. Diseq switch. 2 – 1, untuk menggabungkan 2 LNBF di atas.
  6. Talenan cabai, jenis teflon, sejenis plastik warna putih. Untuk sekat… harga 15 – 20 ribu.
  7. Tatakan/mounting LNBF ganda. (untuk dua LNBF) harga antara 15 – 20 ribu.
Jika anda sudah memiliki satu set parabola standart (satu LNBF + penggerak) sebaiknya jangan terburu – buru membeli peralatan di atas (kecuali talenan, wajib ada). Dengan kondisi standart anda sudah bisa mulai experiment. Resikonya, karena LNBF yang ada akan dimodifikasi maka penerimaan dari satelit lainnya akan terganggu, bisa jadi anda tidak akan menerima sinyal dari satelit manapun kecuali dari Yamal 202

Langkah – langkah.

  1. Lepaskan LNBF dari tatakannya.
  2. Buat potongan talenan dengan panjang 13 cm dan lebar mengikuti diameter LNBF. Panjang potngan bisa anda coba dengan berbagai ukuran : 13 Cm, 15 Cm atau 17 Cm. Bentuk corong LNBF tidak lurus (bagian bawah lebih besar  diameternya), lebar sekatnya harus mengikuti lekuk bagian dalam LNBF (lihat gambar). 















  1. Buka tutup LNBF dan masukkan potongan taleanan tadi ke dalam LNBF.
  2. Didalam LNBF ada dua buah kawat. Salah satunya adalah Vertical feeder dan lainnya adalah Horizontal feeder. Belah/sisipkan diantara kawat tersebut potongan talenan yang sudah disiapkan. Pada sebagian LNBF sudah terdapat jalur/rel untuk menempatkan sekat…
  3. Pasang kembali  LNBF Seperti semula pada mounting bracketnya.
  4. Perhatikan posisi dish actuator/motor penggerak parabola anda … pasti ada disebelah barat parabola. Coba lihat kembali gambar di atas, motor penggerak berada di sisi sebelah timur Parabola. Kenapa demikian?
    • Penggerak motor jenis tongkat hanya beroperasi pada sudut (sekitar) 15 – 130 derajat kemiringan parabola. Sementara untuk dapat menerima Satelit Yamal parabola harus diarahkan ke barat pada sudut sekitar 140 derajat.
    • Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa memutar parabola 180 derajat. Sehingga motor berada di sisi barat parabola. Namun ada akibatnya :
      • Sudut kemiringan parabola terhadap garis khatulistiwa/sudut deklinasi/kemiringan utara – selatan berubah, anda harus mengatur arahnya kembali seperti semula (berlawanan dari arah semula). Dilakukan nanti setelah LNBF tanpa sekat sudah terpasang.
      • Memory di positioner anda menjadi kacau. Anda harus mengesetnya kembali satu persatu.
      • Beberapa satelit di bagian timur tidak terakses lagi karena piringan parabola hanya akan bergerak diantara sudut (sekitar) 50 – 165 derajat.

    1. Setelah posisi motor penggerak dipindahkan berarti anda telah siap untuk melakukan set-up receiver… silahkan cek data transponder satellite Yamal 202 di sini >>.  Sebaiknya diprint  agar memudahkan anda ketika memasukkan data – data dari lyngsat.com ke receiver. Biasanya saya hanya ambil salah satu data, setelah sinyal tertangkap, saya lanjutkan dengan blind scan…
    2. Arahkan parabola hingga didapatkan sinyal yang paling tinggi/besar. Pastikan tidak ada halangan sedikitpun seperti pohon atau bangunan.

    Jika semua  tahapan di atas sudah anda jalankan dengan benar, kecil kemungkinannya anda akan gagal dalam usaha tsb. Tapi memang perlu kesabaran… saya sendiri memerlukan waktu berhari – hari sampai berhasil.

    Seperti saya sebutkan di atas, satelite lain seperti Telkom, Palapa dan lainnya tidak bisa ditangkap menggunakan LNBF yang telah dimodifikasi/diberi sekat. Anda harus menambah satu LNBF C band biasa. Cara menggabungkan 2 LNBF pada satu parabola/1 receiver silahkan lihat di sini >>

    LNBF yang diberi sekat sebaiknya dipasang di offset parabola/di pinggir sebelah timur sementara LNBF yang satunya dipasang di fokus. Tujuannya :

        1. Kemiringan parabola ke arah barat bisa dikurangi sehingga perpindahan parábola dari yamal 202 ke satelit lainnya tidak terlalu jauh.
        2. Kualitas penerimaan satelit lainnya tidak berubah.
    Catatan


    Daftar "free channels" di Yamal 202  bisa  dilihat di sini
    Contoh talenan cabai yang terbuat dari bahan teflon ...(seperti plastik)












    Terima kasih telah berkunjung.
    Info:
    Daftar Satellite dan Channel bisa di lihat disini
    Update harga Receiver dan lainnya bisa dicek disini
    Terkait...



    On Facebook



    13 komentar:

    Anonim mengatakan...

    Mantap mas ... aku dah dapat Yamal, makasih infonya.

    MostWanted mengatakan...

    bang, mau tanya. aku tinggal di madura, tepatnya di pamekasan. mau coba trik di atas apa bisa nangkep kang jamal dari madura sini, oiya aku kan blum pasang acuator+positioner, kalo sementara parabolanya kita miringkan secara manual (lupakanlah masalah palapa n telkom) apa bisa nangkep kang jamal? mohon pencerahannya bang, kalo ternyata bisa baru ntar mau pasang acuator+positioner ;-). oiya spek parabolaku:
    1. dish yg jaring ukuran 6 ft
    2. pake 4 LNB (Palapa, Telkom, Asisat 2, Asiasat 3S)
    4. receiver Matrix Soccer (2006)

    Mufid mengatakan...

    @Most Wanted,

    Spec Payung dan lokasi anda minim sekali.

    1. Untuk payung/dish jaring seyogyanya pakai yang 9 ft baru equivalent dengan dish solid 6 ft.

    2. Madura agak kejauhan. Yamal paling optimum ditangkap dari Indonesia bagian barat.

    Tapi tidak ada salahnya dicoba. Cuma perlu korbankan talenan beberapa centi saja, sisanya masih bisa dipakai kok, he he he.

    Syarat utamanya, dish bisa mengarah ke barat dengan sempurna tanpa ada penghalang sedikitpun, mengingat lokasi anda di Madura.

    Actuator bisa dipikirkan kemudian, jika uji coba tlh berhasil.

    MostWanted mengatakan...

    @Mufid:
    thanks infonya bang.. tp di madura sini kalo pake yg solid itu, justru sinyal buat tv gak kuat (sinyal putus2).
    hehehe... bang mufid bisa aja.. untuk talenan emang udah aku sediain (nyuri di dapur akakaka...), tapi dapur sendiri loh.... bukan dapur tetangga :}. sebenarnya sekat itu fungsinya buat apa sih bang?, (terlepas dari perburuan kang jamal). maklum, aku masih minim soal parabola ;-)

    dish aku di sini udah paling tinggi, bisa mentok ngadep barat clear. untuk pasang acuator ya.. emang mo coba manual dulu lah bang. jika berhasil, baru aku pasang.

    salam pulo garam

    Anonim mengatakan...

    bang saya punya reciver kalau dihidukan susah dapat gambar ditv kalau bisa normal dapat gambar dan sinyal waktunya hanya 3jam gambar mati hidup2x tv normal apapenyebabnya

    Mufid mengatakan...

    Coba ganti LNB-nya. Bisa pinjam dulu dari parabola tetangga :).

    Jika tidak ada perubahan, kemungkinan besar ada masalah dengan receiver. Paling bisa dilakukan adalah cek tegangan power supplynya, jika semuanya normal, mending ganti saja ... hampir tidak ada komponen yang bisa diganti pada receiver model sekarang. Misalpun bisa diganti, beli komponennya mesti ke pabrik pembuatnya... :(

    Harga receiver baru ada yang dibawah 300rb...

    Coba cek juga kabel coaxial dari LNB ke receiver, ada masalah nggak? mungkin short atau putus - nyambung ...

    Anonim mengatakan...

    halo bro mo nanya apakah satelit yamal bisa d monitor dari pulau madura

    Anonim mengatakan...

    halo mas saya tinggal d jambi dan udah coba trick yg di atas tapi kok gak bisa,,,,reciver matrix mango menggunakan 2 LNB,.,.,
    na gima cara yg lbih bagus lgi dan frekuensi2 yg terbaru ada gak atau di jambi mang gak bisa,,tolong infonya mas,maksih sebelumnya

    aay doanx mengatakan...

    mantap sangat membantu,izin copas bos,,,

    Anonim mengatakan...

    BANYUWANGI JATIM BISA NGAK YA BANG JAMAL 202....DISH 9 FT LNB+RECEIVER MATRIX....

    Ako Makos mengatakan...

    Halo bang! Kendari bisa ktmu bang yamal gak? Dish 9ft lawas, lnb hansen

    Mufid mengatakan...

    wilayah timur Indonesia cukup susah dapetin yamal, tapi apa salahnya dicoba dulu Bang. 9 feet sepertinya ada kemungkinan.
    Kalau bisa agak tinggi pasang parabolanya (di atap)
    dan jangan ada penghalang apapun dari arah barat, baik itu pohon, gedung, atau lainnya.
    Tempat saya sudah nggak bisa lagi. Pohon jambu sudah semakin tinggi. 200 meter di sebelah barat parabola juga ada bangunan baru yg cukup tingg.

    INDRA@87tehnikPARABOLA DUMAI mengatakan...

    Artikel yg bnr2 brmanfaat.. Mantap bro..