12 Mar 2010

ASI Tiada Duanya

Hari ini usia Ali 3 tahun kurang satu bulan. Kami tidak pernah menuliskan perkembangannya di blog ini. Yang ada hanya foto – foto, itupun jarang sekali kami tampilkan.

Alhamdulillah, cukup banyak perubahan yang  sebelumnya tidak pernah kami sadari sebelumnya.  

  1. Ali mulai bisa jalan sejak umur 10 bulan. Tidak kurang tidak lebih, tepat pada tanggal lahirnya Ali sanggup melangkah sejauh 4 langkah dan tidak terjatuh (berhenti dalam posisi berrdiri)                                                                                                                      
  2. Mulai bisa bicara hampir sama dengan mulai bisa jalan, tidak selalu benar mitos “jalan duluan - bicara belakangan” atau sebaliknya. Banyak anak (tetangga) yang jalannya jauh ketinggalan, bicaranya juga ketinggalan sama Ali.
  3. Hampir semua tetangga mengenal Ali, RW lain sekalipun. Kadang orang kenal Ali tapi tidak mengenal siapa Bapaknya.  
  4. Dari kecil, kami selalu latih  motorik-nya. Mulai dari karpet dengan huruf/gambar yang bisa dibongkar pasang, mainan bongkar pasang/lego, sampai botol minum air mineral beserta tutupnya (belajar buka tutup botol).
  5. “Jangan kasih Ali obeng, baut – baut komputer dan sepeda bakal lepas semua” Setahun yang lalu dia hanya bisa bongkar baut saja, sekarang memasang baut sudah bisa dilakukannya tanpa bantuan dari siapapun. Ini adalh hasil pelatihan otak sebelah kirinya. Sebenarnya berbahaya, tapi kami menggunakan obeng dan baut plastik pada awalnya.
  6. Mengoperasikan TV atau DVD player adalah cerita tahun lalu, … kegiatan sehari – harinya sekarang adalah main game di komputer. Huruf W, A, S dan D adalah huruf yang paling dipahaminya karena paling sering digunakan untuk mengontrol permainan, maju/mundur/belok. Aplagi tombol navigasi (panah), enter, Esc atau Ctrl. Intinya kami mengenalkan huruf – huruf melalui keyboard komputer saat main game. Padahal ada fungsi yang lebih bermanfaat dari main game yakni pengontrolan emosi. “sekali dayung, dua pulau terlampaui”.
  7. Sebulan yang lalu, Ali hanya bisa klik kiri/kanan mouse untuk menembak saat main game, sedikit mengarahkan ke kanan atau ke kiri. Presisinya masih jauh dari tepat. Sekarang  dia sudah bisa  menutup atau membuka aplikasi menggunakan Mouse. Penguasaan mouse sangat sulit diajarkan … tapi alhamdulillah, tahun ini dia sudah menguasainya sebelum usianya genap 3 tahun.
  8. Setiap kali mengantar Ibunya belanja di Hypermart, tidak pernah merengek dibelikan mainan. Atau tertarik sekali dengan mainan – mainan yang dipajang. Wajar kalau sesekali tertarik denga mainan tertentu, tapi tidak sedramatis saat melihat kipas dan AC yang dipajang di electronic corner-nya Hypermart. Disitulah kami habiskan waktu selama Ibunya belanja. Pencet tombol kipas, pegang – pegang body AC… cek sana cek sini, dll. “ini apanya Pak?” “Kipasnya cantik Pak” “AC-nya buka Pak, dibersihin!” ngoceeh terus… satu lagi, mesin cuci… semua timer meisn yang ada diputar semua. Padahal semuanya ada di rumah. “Benar – benar nggak Ninggal Bapaknya!” komentar tetangga dan orang – orang mbandingin Ali dengan Bapaknya.
  9. Setiap Bapaknya pergi ke Masjid, subuh sekalipun… asal dia terbangun pasti minta diajak. Orientasinya masih “tidak mau ditinggal Bapaknya”. Justru menguntungkan, mengajarinya sholat berjamaah sekalian menambah interaksi sosialnya dengan teman – teman sebayanya. Tapi dengan syarat “kalau ribut Bapak nggak mau ngajak”.
Sebenarnya masih ada beberapa hal lain, namun demikian Ali juga seperti anak – anak lain… tetap memiliki kekurangan.
 

  1. Terlalu dekat dengan Ibunya, Ali akan benar - benar nangis/sedih jika Ibunya pura – pura nangis. Coba Bapaknya yang pura – pura nangis? Ha ha ha… malah tertawa  habis.
             
  2. Kadang pelit (kalau lagi baik, baik sekali) mainannya tidak boleh dipinjam sama temannya. Tentu hal ini menjadi prioritas kami. Awalnya saya sering menggoda merebut makanannya “ini punya Bapak ya… di maem Bapak aja ya…” Tujuannya agar dia mau makan, tapi ujung – ujungnya berpengaruh negatif pada pribadinya.
             
  3. Ali cenderung nakal/tidak mau main dengan anak cewek sebaya umurnya. Sepupunya sendiri (Rini di Wsb) sering didorong sampai jatuh.

Ali adalah anak kami yang pertama, dan anak kami satu – satunya hingga saat ini. Lahir setelah 3 tahun lebih kami menikah. Titipan Allah yang sangat mulia dan merupakan tanggung jawab kami untuk membesarkannya menjadi orang yang sholeh dan berguna bagi semua (orang tua, bangsa, negara dan semuanya).

Kami banyak belajar dari orang – orang yang telah berhasil membesarkan anaknya. Kami ambil  yang terbaik. Tapi kami abaikan yang kami anggap kurang baik, apalagi yang tidak semestinya diajarkan kepada anak.

Bersambung >>
Terima kasih telah berkunjung.
Info:
Daftar Satellite dan Channel bisa di lihat disini
Update harga Receiver dan lainnya bisa dicek disini
Terkait...



On Facebook



0 komentar: